Meru Kembali
Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Setelah posting terhenti sepuluh bulan, dan blog diprivatkan di bulan-bulan selanjutnya, Meru pun kembali sekarang. Sepuluh bulan itu merupakan waktu-waktu perubahan drastis bagi saya. Benar-benar drastis. Mungkin lingkungan tetaplah sama, namun muncul peran-peran baru, ilmu baru, ideologi-ideologi baru, yang sungguh mengejutkan. Banyak sekali yang Meru pelajari dalam waktu yang sangat singkat. Alhamdulillah, semoga diri Meru yang kini bisa mengolah ilmu-ilmu baru selama satu tahun ini menjadi manfaat yang manis.
Detik-detik sebelum memprivatkan blog Merubinsu-Moonstar ini, Meru sedang berada dalam kekecewaan yang besar terhadap diri sendiri. Salah satu hal yang tak pernah tinggalkan pikiran Meru saat itu ialah keterbatasan ilmu. Betapa sedikitnya ilmu saya, namun saya berani berbicara soal fiqh begitu gampangnya. Saya malu sudah memberikan tips-tips agama, namun kurang memperhatikan tentang hukum-hukum syar’inya. Begitu sedikitnya ilmu Meru, namun betapa soktahunya Meru. Meru dulu terlalu banyak gaya, duh. Astaghfirullah.
Maka sekarang Meru buka lembaran-lembaran baru, postingan-postingan baru. Sungguh, semakin banyak ilmu yang kita tuntut, semakin rendah hati kita semestinya. Bahkan ulama-ulama yang telah berilmu berpuluhan tahun pun mengakhiri tulisan dan lisan mereka dengan wAllahu a’lam.
Bismillah.

SubhanAllaah, semoga Allaah melindungi kita dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Ameen.
Semoga Allaah menjauhkan kita dari segala bentuk keburukan; perbuatan, ucapan, maupun di hati.