Ujian yang senantiasa dilupakan
Pesawat kertas yang disalin oleh seorang sahabat, telah terbang kembali kepada sang pengirim. Semuanya, sesuai rencana Allaah.
10 Juni 2011
Yaa Dila, janji Allah itu sangatlah benar. Bahwa Allah subhanah takkan membebani seorang hambanya melainkan apa-apa yang sesuai kemampuannya.
Jadi dimanapun di dunia ini, engkau akan melihat hamba-hamba yang sedang diuji imannya. Di antara mereka ada yang diuji dengan peperangan, pukulan, tampar, darah, derita fisik.
Dimanapun di muka bumi ini, di antara mereka ada yang diuji dengan nafsunya; untuk tidak mengikuti hal-hal haram yang dilakukan orang kafir di sekitarnya, karena ia berada di lingkungan dimana hampir semua yang dipandangnya adalah orang-orang kafir.
Ada pula hamba yang ujiannya cukup dengan menjauhi alkohol, dan itu sangatlah sulit baginya.
Ada pula hamba-hamba yang diuji dengan kerjanya, sekolahnya… diuji seberapa ia ingat Rabbnya.
Ada pula hamba-hamba yang diuji imannya dengan syubuhat (hal-hal yang menimbulkan keragu-raguan), diuji sejauh mana ia ingin bertahan.Di antara mereka banyak yang gagal, dan banyak pula yang sukses.
Beberapa hamba bahkan gagal untuk ingat bahwa sesuatu buruk menimpanya itu bukan karena Allah tidak adil, namun karena Allah mengujinya, ingin menghapus dosa-dosanya.
Banyak hamba-hamba yang bahkan tak dapat menahan kata-kata yang keluar dari mulutnya, agar orang tertawa, ataupun menarik perhatian orang lain dari segi apapun, tanpa berpikir bahwa Rabbnya mendengarnya baik-baik.Namun, betapa beruntung orang-orang yang berfikir, Dila.
Beruntung sekali mereka, mereka berkeinginan untuk berpikir, dan menjadikan keinginan mereka itu tekad yang bulat, yang berbuah dengan niat yang tulus dan amalan, untuk Rabb semesta alam, Rabb yang menciptakan apapun.Mereka itu orang-orang produktif dengan apapun yang dimilikinya, bahkan hati. Mereka itu orang sukses.
Tadinya aku ingin mengganti namanya dengan namaku, namun sungguh, nasihat ini terasa lebih kuat ketika dipegang bersama-sama.
